Fakultas
Fasilitas
Artikel
Kontak :
Gedung Pusat (GP)
Jl. Sidodadi Timur No. 24, Dr. Cipto-Semarang 50125
Gedung Utama & Gedung Baru
Jl. Lontar No. 1, Semarang 50125
Indonesia
Indonesia
Email : ikippgri@ikippgrismg.ac.id
Telepon : (024) 8316377
Faks : (024) 8448217
Website : http://www.ikippgrismg.ac.id
UJE di IKIP PGRI Semarang
Senin, 25 Juli 2011 - 14:18:03 WIB
Diposting oleh : Teddy IKIP PGRI Semarang - Dibaca: 2343 kali
Semarang - Dua ribu lebih sivitas akademika IKIP PGRI Semarang (25/7) menghadiri Tabliq Akbar dalam rangka peringatan Isro’ Mi’roj dan Dies Natalis IKIP PGRI Semarang ke 30 yang menghadirkan Ust. Jeffry Al Buchori atau yang lebih popular dengan sebutan Uje. Acara tersebut dilaksanakan di masjid kampus Nurul Huda, IKIP PGRI Semarang dari pagi hingga menjelang dzuhur. Dalam kesempatan tersebut Uje menyampaikan bahwa seharusnya guru di tempatkan dalam posisi teratas. Karena tidak ada presiden, menteri yang tidak mendapatkan ilmu dari guru. “Jika Negara ini menempatkan guru dalam posisi paling atas setelah itu baru presiden maka Negara ini akan barokah” ujar Uje. Dalam kesempatan tersebut Uje membahas segala hal termasuk tentang adil. “Semua harus dalam proporsinya, jika orang hanya membawa cangkir maka jangan diberi seember air. Demikian pula denagan mengajar, jangan hadapkan murid Taman Kanak-kanak dengan professor atau guru TK surung ngajar mahasiswa. Adil itu menempatkan sesuatu pada tempatnya, sesuai takarannya.”
Uje juga menghimbau kepada hadirin untuk tidak sombong. Karena menurutnya, Nabi Muhammad adalah nabi yang rendah hati. Ketika Allah SWT bertanya siapa kamu? Nabi menjawab, saya adalah anak yatim. Sikap nabi tersebutlah yang menjadikannya penghulu para nabi. Maka menurut Uje, jika kita mengaku umat Muhammad tidak selayaknya sombong. Jangan sekali-kali menganggap rendah orang lain. Jika seseorang merasa lebih tinggi dibanding orang lain dihadapan Allah, maka ia saat itu jatuh dihadapan Allah. Orang boleh tinggi jabatan, boleh banyak harta, tetapi tidak boleh merasa lebih tinggi di hadapan Allah.
Tentang puasa yang sebentar lagi datang Uje menyarankan kepada hadirin untuk mempersiapkan dengan sepenuh hati, “Yang paling berat adalah puasa syahwat. Jagalah mata dari pandangan yang dapat menurunkan kualitas puasa.”Muhdi, SH MHum., rektor IKIP PGRI Semarang dalam kesempatan tersebut memberi anjuran kepada mahasiswa untuk meniru Ustadz gaul ini. “Contohlah Uje saat di kelas. Beliau atraktif, komunikatif, dan mampu mengoptimalkan apa yang ia miliki untuk menyalurkan ilmu. “Gali potensimu dan berikan kepada siswa dengan cara yang mudah dan menyenangkan, seperti Uje ini.” Kata Muhdi.
Diposting oleh : Teddy IKIP PGRI Semarang - Dibaca: 2343 kali
Semarang - Dua ribu lebih sivitas akademika IKIP PGRI Semarang (25/7) menghadiri Tabliq Akbar dalam rangka peringatan Isro’ Mi’roj dan Dies Natalis IKIP PGRI Semarang ke 30 yang menghadirkan Ust. Jeffry Al Buchori atau yang lebih popular dengan sebutan Uje. Acara tersebut dilaksanakan di masjid kampus Nurul Huda, IKIP PGRI Semarang dari pagi hingga menjelang dzuhur. Dalam kesempatan tersebut Uje menyampaikan bahwa seharusnya guru di tempatkan dalam posisi teratas. Karena tidak ada presiden, menteri yang tidak mendapatkan ilmu dari guru. “Jika Negara ini menempatkan guru dalam posisi paling atas setelah itu baru presiden maka Negara ini akan barokah” ujar Uje. Dalam kesempatan tersebut Uje membahas segala hal termasuk tentang adil. “Semua harus dalam proporsinya, jika orang hanya membawa cangkir maka jangan diberi seember air. Demikian pula denagan mengajar, jangan hadapkan murid Taman Kanak-kanak dengan professor atau guru TK surung ngajar mahasiswa. Adil itu menempatkan sesuatu pada tempatnya, sesuai takarannya.”Uje juga menghimbau kepada hadirin untuk tidak sombong. Karena menurutnya, Nabi Muhammad adalah nabi yang rendah hati. Ketika Allah SWT bertanya siapa kamu? Nabi menjawab, saya adalah anak yatim. Sikap nabi tersebutlah yang menjadikannya penghulu para nabi. Maka menurut Uje, jika kita mengaku umat Muhammad tidak selayaknya sombong. Jangan sekali-kali menganggap rendah orang lain. Jika seseorang merasa lebih tinggi dibanding orang lain dihadapan Allah, maka ia saat itu jatuh dihadapan Allah. Orang boleh tinggi jabatan, boleh banyak harta, tetapi tidak boleh merasa lebih tinggi di hadapan Allah.
Tentang puasa yang sebentar lagi datang Uje menyarankan kepada hadirin untuk mempersiapkan dengan sepenuh hati, “Yang paling berat adalah puasa syahwat. Jagalah mata dari pandangan yang dapat menurunkan kualitas puasa.”Muhdi, SH MHum., rektor IKIP PGRI Semarang dalam kesempatan tersebut memberi anjuran kepada mahasiswa untuk meniru Ustadz gaul ini. “Contohlah Uje saat di kelas. Beliau atraktif, komunikatif, dan mampu mengoptimalkan apa yang ia miliki untuk menyalurkan ilmu. “Gali potensimu dan berikan kepada siswa dengan cara yang mudah dan menyenangkan, seperti Uje ini.” Kata Muhdi.